5 Sifat Wanita Perusak Hubungan

Tidak boleh cemburuan, tidak boleh manja dan banyak ‘tidak boleh’ yang lain, namun semuanya bersumber dari lima sifat ini.

Semua orang punya sifat negatif, dan walaupun kita selalu berusaha menguranginya, beberapa sikap tidak menyenangkan seringkali masih muncul tanpa bisa dikendalikan. Menahan sikap tanpa tahu apa sumbernya, bisa membuat Anda frustrasi dalam sebuah hubungan. Ketahui lima sifat dasar ini, dan Anda akan tahu mengapa sikap dan pertanyaan yang mungkin Anda anggap biasa, ternyata bisa fatal dalam sebuah hubungan.

Agresif

Kita mengenal agresif sebagai perilaku pantang menyerah dan terlalu bersemangat hingga cenderung memaksa dalam mengejar sesuatu. Sebenarnya hal ini positif asal Anda masih bisa mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Berdasarkan KBWanita BI (1995:12), agresif juga berarti cenderung (ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi atau menghambat. So, it’s clear agresif tidak hanya soal proses, tapi juga reaksi setelah proses itu gagal. Apakah Anda cenderung bersikap kasar jika tidak mendapatkan yang Anda inginkan dari pasangan? Itu termasuk sifat agresif.

Moody

Siapa yang tahan dengan orang yang sebentar ceria sebentar marah-marah? Pasangan bukanlah bumper Anda, dia juga layak mendapatkan perlakuan manis dan sopan dalam keadaan apa pun. Jika Anda marah atau kecewa, lebih baik ceritakan saja pada pasangan dan jangan menimpakan kesalahan atau kemarahan padanya.

Tidak menghargai

Anda tidak suka direndahkan dan dianggap tidak berharga, begitu pula dengan pasangan. Tanpa sadar wanita suka melakukan ini, apalagi jika pasangannya adalah tipe pria yang sabar, tidak banyak bicara dan tidak menunjukkan kemampuannya. Memilih mengerjakan sendiri daripada meminta bantuannya, atau tidak memakai barang pilihannya dan diam-diam mengganti dengan pilihan Anda sendiri, ini juga membuat pasangan merasa tidak dihargai.

Tidak jujur

Ketidakjujuran merusak kepercayaan, dan hubungan tanpa kepercayaan akan membuat Anda tidak pernah duduk tenang tanpa bertanya-tanya apakah pasangan Anda sedang berbohong. Hilangnya kepercayaan tidak hanya karena sesuatu yang ditutupi, namun juga karena kelalaian yang membuat suami tidak bisa tenang membiarkan Anda seorang diri.

Si pengendali

Anda tentu jengah diawasi terus menerus, dan sebenarnya Anda pun capek jika harus mengawasi pasangan karena rasa curiga Anda. Sikap seperti ini biasanya dibarengi dengan sifat buruk lainnya, yaitu tidak menghargai privasi pasangan, tidak jujur karena selalu diawasi, moody ketika Anda merasa curiga dan agresif ketika pasangan tidak bisa Anda kendalikan.

Ada banyak sekali sikap yang bersumber dari lima sifat ini, saat pasangan atau teman mengeluhkan sikap Anda, coba tarik kembali hubungannya dengan kelima sifat ini. Tekad untuk lebih menghargai dan jujur, atau sifat positif lainnya akan mengubah sebagian besar sikap Anda sekaligus.

source : kapanlagi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s